Sejak dulu
orang China dikenal cukup Berjaya di bidang perdagangan. Buktinya,hingga kini
para pegusaha China mampu menguasai pasar perdagangan baik di Asia maupun di
Eropa.Hampir rata-rata orang China sukses membangun usahanya.
Mungkin banyak
yang bertanya, rahasia bisnis yang diterapkan oleh para pengusaha China dalam
mengembangkan kerajaan bisnisnya. Dan salah satu prinsip yang cukup memikat
dari para pengusaha China adalah cara pandang bahwa berinvestasi adalah
perjalanan dasar untuk menggapai kekayaan, sedangkan bunga tabungan takkan
sanggup mmebawa kepada kekayaan.
Untuk lebih
memahami rahasia sukses pengusaha China simak beberapa poin berikut:
Berani menjadi
pengusaha
Sejak dulu,etnis
Tionghoa sudah dikenal memiliki jiwa bisnis.Alasannya, mereka berani menjadi
pengusaha lantaran memandang bahwa menjadi pengusaha akan lebih berpeluang
sukses dibandingkan hanya menjadi karyawan.
Menghargai
waktu
Serupa seperti
orang Eropa,orang China pun memandang bahwa waktu sangat penting.Mereka memiliki
mental yang positif yakni,menghargai waktu dan menganggap bahwa bekerja adalah
kepuasan dan tidak berbisnis adalah hal yang beresiko.
Pekerja keras
dan gigih
Keberhasilan
pengusaha China bukan lantaran keahlian mereka dalam bidang perdagangan,namun
merupakan hasil kerja keras,kesungguhan, keberanian,keyakinan,perencanaan,keringat,
air mata, dan pengorbanan yang turut melibatkan seluruh anggota keluarga.
Pantang
menyerah
Pengusaha China
pada dasarnya tidak mengenal kata "gagal". Sebab Kegagalan pertama
tidak dapat melunturkan semangatnya, sebaliknya akan membuatnya semakin gigih.
Kegagalan kedua dijadikannya pelajaran. Kegagalan ketiga menjadikannya lebih bijak.Kegagalan
berikutnya menguji kesabaran dan ketabahannya.
Pengusaha China
menjaga nama baik
Para pengusaha
China menjunjung etika untuk tidak mengganggu dan menjelek-jelekkan kegiatan
perdagangan orang lain. Meski tak dimungkiri bahwa persaingan tidak terlepas
dari bisnis. Pedagang yang tidak mematuhi etika ini akan terkena sangsi.
Perbuatan menjatuhkan perdagangan orang lain dianggap sebagai tindakan yang
menyalahi aturan. Dengan itu, pengusaha China cenderung lebih memilih untuk
menjaga citra diri karena apabila namanya sudah rusak, selamanya tak akan dapat
dipercayai lagi.
Berbagai poin
di atas adalah sebagian kecil dari kunci sukses bisnis raja dagang etnis China.
Mereka juga memiliki kesamaan prinsip dengan Eropa yaitu take it or
leave it atau "ambil atau tinggalkan". Bagaimana dengan cara
bisnis Anda? Sudahkah menerapkan nilai-nilai yang sama? Semoga tulisan ini dapat
memberi pencerahan yang baru.
Selain
menginpirasi, Bisnis orang Tionghoa selalu menarik untuk dikaji. Ingin tahu
rahasia sukses bisnis orang Tionghoa? Berikut hasil wawancara via email dengan
Liem Yoe Tjwan, penulis buku Mengikuti Jejak Bisnis Menggiurkan Orang
Tionghoa (VisiMedia, 2009).
Apa filosofi berdagang orang Tionghoa?
Filosofi orang Tionghoa yang paling kental terlihat adalah hidup hemat, bekerja keras, dan putarkan uang yang ada.
Memang jika kita cermati di masyarakat ada banyak juga orang Tionghoa yang tidak menerapkan filosofi tersebut. Namun, jika kita jeli maka kita akan melihat bahwa di antara sekian
banyak orang Tionghoa yang saat ini menikmati kesuksesan finansial yang dirintis dari nol, sebagian besar diantara mereka pasti menerapkan 3 buah filosofi tersebut.
Apa yang membuat orang Tionghoa tergerak dan memilih hidupnya sebagai pedagang?
Disini kita melihat antara pilihan dan tekanan bedanya sangat tipis. Sebagian besar orang Tionghoa pada mulanya menjalani hidup berdagang karena mereka tidak mendapatkan peluang yang sama untuk berkecimpung di bidang lain. Diskriminasi yang sering dialami oleh orang Tionghoa di Indonesia memaksa mereka mencari peluang yang lain. Salah satu yang paling memungkinkan adalah berdagang. Seiring berjalannya waktu mereka memilih berdagang bukan karena keterpaksaan lagi, namun memang karena hasil yang bisa dicapai dari bisnis perdagangan ternyata jauh lebih besar jika dibandingkan hasil yang didapat sebagai karyawan pada umumnya.
Betulkah soal dagang atau bisnis adalah soal keturunan dan ras yang unggul dalam dagang adalah Tionghoa ?
Tidak betul jika ada yang mengatakah bahwa semua orang Tionghoa lebih hebat dari ras manapun dalam bidang bisnis. Dari setiap suku pasti selalu ada yang menjadi pedagang dan menjadi kaya. Mengapa orang Tionghoa di Indonesia lebih banyak yang sukses di bidang bisnis? karena mereka
berkumpul. Jika kita berkumpul dengan pedagang maka kita lebih cenderung menjadi pedagang. Jika kita berkumpul dengan karyawan maka kita lebih cenderung menjadi karyawan. Orang Tionghoa di Indonesia jumlahnya sedikit dan mereka cenderung berkumpul, karena sebagian besar anggota perkumpulan mereka memiliki profesi sebagai pedagang maka sampai sekarang hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan. Coba lihat di negara China, di sana orang Tionghoa yang jadi gelandangan, pengemis, bahkan penjahat juga banyak. Saya harap apa yang saya tulis ini bisa membangkitkan siapa pun untuk mengubah mindset. Siapa pun bisa sukses berbisnis asalkan ada kemauan dan terus menerus belajar.
Mengapa orang pribumi memiliki kecenderungan enggan memilih hidup sebagai pedagang?
Ketika menjalani hidup sebagai pedagang tentunya ada modal yang harus dikeluarkan dan juga ada risiko yang harus ditanggung ketika gagal. Pedagang tidak memiliki penghasilan tetap... kadang omzet banyak, kadang sedikit, bahkan kadang tidak ada omzet sama sekali. Hal tersebut sangat
tidak disukai oleh sebagian besar orang sehingga sebagian besar orang tersebut lebih memilih profesi lain yang menjanjikan penghasilan tetap, meskipun sedikit.
Mengapa orang Tionghoa sepertinya punya keberanian lebih dan pemahami kunci berbisnis?
Sebetulnya tidak ada kelebihan yang cukup berarti yang dimiliki orang Tionghoa. Satu-satunya kelebihan adalah sebagian besar dari mereka sangat disiplin menerapkan 3 prinsip utama yaitu bekerja keras, hidup hemat, putarkan uang yang ada. Itu saja....
Bagaimana caranya agar orang berani mengambil resiko-resiko besar dalam berbisnis? Cara melewati fase ini bagaimana?
Orang Tionghoa cenderung dikatakan lebih memiliki nyali. Hal tersebut boleh dikatakan benar namun perlu diingat bahwa hal tersebut bisa dilatih. Caranya melatih adalah dengan memfokuskan apa yang kita lakukan pada keuntungan yang bisa diraih. Ketika kita bisa melihat keuntungan tersebut
maka hal berikutnya adalah kita harus memiliki dua buah pemikiran, yaitu jangan takut dan jangan menyesal. Kita tidak boleh takut untuk bertindak. Apa pun hasilnya kita tidak boleh menyesal.
Untuk bisa memiliki keberanian atau nyali dalam berbisnis tersebut perlu langkah awal yaitu mengubah mindset kita. Banyak orang tidak bisa memiliki nyali dalam berbisnis karena pikiran mereka selalu bertanya,Kalau gagal gimana? Kalau rugi gimana? Kalau tidak berhasil gimana? Orang Tionghoa yang sukses selalu bertanya dalam pikirannya,Bagaimana caranya untung? Berapa peluangnya?
Apa filosofi berdagang orang Tionghoa?
Filosofi orang Tionghoa yang paling kental terlihat adalah hidup hemat, bekerja keras, dan putarkan uang yang ada.
Memang jika kita cermati di masyarakat ada banyak juga orang Tionghoa yang tidak menerapkan filosofi tersebut. Namun, jika kita jeli maka kita akan melihat bahwa di antara sekian
banyak orang Tionghoa yang saat ini menikmati kesuksesan finansial yang dirintis dari nol, sebagian besar diantara mereka pasti menerapkan 3 buah filosofi tersebut.
Apa yang membuat orang Tionghoa tergerak dan memilih hidupnya sebagai pedagang?
Disini kita melihat antara pilihan dan tekanan bedanya sangat tipis. Sebagian besar orang Tionghoa pada mulanya menjalani hidup berdagang karena mereka tidak mendapatkan peluang yang sama untuk berkecimpung di bidang lain. Diskriminasi yang sering dialami oleh orang Tionghoa di Indonesia memaksa mereka mencari peluang yang lain. Salah satu yang paling memungkinkan adalah berdagang. Seiring berjalannya waktu mereka memilih berdagang bukan karena keterpaksaan lagi, namun memang karena hasil yang bisa dicapai dari bisnis perdagangan ternyata jauh lebih besar jika dibandingkan hasil yang didapat sebagai karyawan pada umumnya.
Betulkah soal dagang atau bisnis adalah soal keturunan dan ras yang unggul dalam dagang adalah Tionghoa ?
Tidak betul jika ada yang mengatakah bahwa semua orang Tionghoa lebih hebat dari ras manapun dalam bidang bisnis. Dari setiap suku pasti selalu ada yang menjadi pedagang dan menjadi kaya. Mengapa orang Tionghoa di Indonesia lebih banyak yang sukses di bidang bisnis? karena mereka
berkumpul. Jika kita berkumpul dengan pedagang maka kita lebih cenderung menjadi pedagang. Jika kita berkumpul dengan karyawan maka kita lebih cenderung menjadi karyawan. Orang Tionghoa di Indonesia jumlahnya sedikit dan mereka cenderung berkumpul, karena sebagian besar anggota perkumpulan mereka memiliki profesi sebagai pedagang maka sampai sekarang hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan. Coba lihat di negara China, di sana orang Tionghoa yang jadi gelandangan, pengemis, bahkan penjahat juga banyak. Saya harap apa yang saya tulis ini bisa membangkitkan siapa pun untuk mengubah mindset. Siapa pun bisa sukses berbisnis asalkan ada kemauan dan terus menerus belajar.
Mengapa orang pribumi memiliki kecenderungan enggan memilih hidup sebagai pedagang?
Ketika menjalani hidup sebagai pedagang tentunya ada modal yang harus dikeluarkan dan juga ada risiko yang harus ditanggung ketika gagal. Pedagang tidak memiliki penghasilan tetap... kadang omzet banyak, kadang sedikit, bahkan kadang tidak ada omzet sama sekali. Hal tersebut sangat
tidak disukai oleh sebagian besar orang sehingga sebagian besar orang tersebut lebih memilih profesi lain yang menjanjikan penghasilan tetap, meskipun sedikit.
Mengapa orang Tionghoa sepertinya punya keberanian lebih dan pemahami kunci berbisnis?
Sebetulnya tidak ada kelebihan yang cukup berarti yang dimiliki orang Tionghoa. Satu-satunya kelebihan adalah sebagian besar dari mereka sangat disiplin menerapkan 3 prinsip utama yaitu bekerja keras, hidup hemat, putarkan uang yang ada. Itu saja....
Bagaimana caranya agar orang berani mengambil resiko-resiko besar dalam berbisnis? Cara melewati fase ini bagaimana?
Orang Tionghoa cenderung dikatakan lebih memiliki nyali. Hal tersebut boleh dikatakan benar namun perlu diingat bahwa hal tersebut bisa dilatih. Caranya melatih adalah dengan memfokuskan apa yang kita lakukan pada keuntungan yang bisa diraih. Ketika kita bisa melihat keuntungan tersebut
maka hal berikutnya adalah kita harus memiliki dua buah pemikiran, yaitu jangan takut dan jangan menyesal. Kita tidak boleh takut untuk bertindak. Apa pun hasilnya kita tidak boleh menyesal.
Untuk bisa memiliki keberanian atau nyali dalam berbisnis tersebut perlu langkah awal yaitu mengubah mindset kita. Banyak orang tidak bisa memiliki nyali dalam berbisnis karena pikiran mereka selalu bertanya,Kalau gagal gimana? Kalau rugi gimana? Kalau tidak berhasil gimana? Orang Tionghoa yang sukses selalu bertanya dalam pikirannya,Bagaimana caranya untung? Berapa peluangnya?
Intinya di
sini adalah fokuskan pikiran kita pada keuntungan yang bisa kita dapatkan.
Dalam buku Anda, disebutkan Franchice bisa untuk bisnis sampingan. Bukankah berbisnis harus total dan tidak boleh setengah-tengah apalagi sampingan?
Franchise bagi pengelola adalah bisnis utama namun franchise bagi pemilik modal adalah bisnis sampingan. Dalam buku saya disebutkan bahwa kita bisa membeli franchise ketika kita memiliki sumur penghasilan utama terlebih dulu. Kelebihan dana tersebut bisa kita investasikan dalam bentuk
franchise. Yang saya maksud di sini adalah franchise yang benar. Saat ini ada begitu banyak bisnis mengatasnamakan franchise padahal bisnis tersebut belum layak disebut franchise. franchise yang benar adalah yang sudah melewati masa-masa yang panjang, memiliki sistem dan tidak perlu campur
tangan pemilik modal.
Apa satu kesimpulan penting yang ingin Anda sampaikan dalam buku Anda?
Semua orang bisa sukses asal tahu caranya dan mau mempraktekkannya.
Apa pesan Anda untuk para pebisnis pemula atau yang ingin berwiraswasta di zaman serba susah ini?
Jangan takut dan jangan menyesal. Jika mengalami kegagalan, bangkitlah satu kali saja lebih banyak dari jumlah kegagalan Anda.
Dalam buku Anda, disebutkan Franchice bisa untuk bisnis sampingan. Bukankah berbisnis harus total dan tidak boleh setengah-tengah apalagi sampingan?
Franchise bagi pengelola adalah bisnis utama namun franchise bagi pemilik modal adalah bisnis sampingan. Dalam buku saya disebutkan bahwa kita bisa membeli franchise ketika kita memiliki sumur penghasilan utama terlebih dulu. Kelebihan dana tersebut bisa kita investasikan dalam bentuk
franchise. Yang saya maksud di sini adalah franchise yang benar. Saat ini ada begitu banyak bisnis mengatasnamakan franchise padahal bisnis tersebut belum layak disebut franchise. franchise yang benar adalah yang sudah melewati masa-masa yang panjang, memiliki sistem dan tidak perlu campur
tangan pemilik modal.
Apa satu kesimpulan penting yang ingin Anda sampaikan dalam buku Anda?
Semua orang bisa sukses asal tahu caranya dan mau mempraktekkannya.
Apa pesan Anda untuk para pebisnis pemula atau yang ingin berwiraswasta di zaman serba susah ini?
Jangan takut dan jangan menyesal. Jika mengalami kegagalan, bangkitlah satu kali saja lebih banyak dari jumlah kegagalan Anda.
(SEMI) Salam Entrepreneur Muda Indonesia!
7 Rahasia Sukses Orang Cina
dalam Berdagang
Kalau pada
artikel sebelumnya saya menulis rahasia sukses orang Jepang, maka pada artikel kali ini saya akan menulis rahasia
sukses orang Cina terutama dalam hal berdagang. Kita mungkin sudah tahu
kalau orang keturunan Cina memiliki kelebihan dalam berdagang.Dan ternyata di
sinilah kelebihan yang seharusnya dapat menjadi teladan untuk menggapai
kesuksesan.
Ternyata rahasia
sukses antara bangsa Jepang dan bangsa Cina, tidak jauh berbeda,
sebagaimana juga rahasia sukses lainya. Nah, berikut adalah rahasia sukses orang Cina
dalam berdagang.
1.Kerja keras
Kerja keras
bagi pedagang Cina adalah kata ajaib yang mendorong kesuksesan dalam berdagang.
Orang cina memang cenderung memilih berdagang karena tidak dibatasi ruang,waktu
dan tempat.Selain bebas,kegiatan perdangan juga menyediakan ruang yang besar
bagi seorang untuk mengembangkan kemampuannya. Jika ingin berhasil maka harus
bekerja lebih keras dan lebih rajin.
Keberhasilan
orang Cina bukan disebabkan keahlian mereka dalam bidang perdagangan melainkan
hasil kerja keras, kesungguhan, keberanian, keyakinan, perencanaan, keringat,
air mata, dan pengorbanan yang turut melibatkan seluruh anggota keluarga.
2.Menjadikan berdagang
sebagai hobi
Sebagaimana
kita ketahui kalau menjadikan pekerjaan sebagai hobi, maka sukses akan lebih mudah di dapat, karena apabila sebuah pekerjaan dikerjakan
sepenuh hati maka akan lebih bersemangat mengerjakannya. Bagi orang cina,
berdagang dapat dijadikan hobi,tapi bukan untuk mengisi waktu luang.
3.Meningkatkan investasi
Orang Cina
selalu berusaha meningkatkan investasi. Keuntungan yang diperoleh dibelanjakan
untuk menambah modal kerja dan melakukan investasi.Uang digunakan untuk
menghasilkan uang. Dengan meningkatkan investasi ini, maka bisnisnya akan
selalu berkembang.
4.Bersikap baik di hadapan
pelanggan
Orang Cina
selalu pantang mengeluh di hadapan pelanggan, apalagi menunjukkan emosi
negatif.Bersikap terbuka dan berlapang dada apabila menghadapi situasi sulit
dan tetap fokus mencari jalan keluar.Sekadar pintar berdagang tidak memberikan
hasil yang maksimal,harus didukung sikap agresif,proaktif,berani,tahan
banting,semangat tinggi,dan rela berjuangan untuk merebut segala peluang yang
ada.
5.Cepat Bertindak
Budaya orang
Cina adalah mengutamakan kecepatan dalam bertindak.Orang Cina mengijinkan
pelanggan membuat pilihan sendiri seperti memberi pelayanan baik,diskon maupun
kredit.Dunia perdagangan penuh dengan persaingan keras dengan berbagai macam
cara. Oleh karena itu pedagang harus mempersiapkan dirinya dengan seni ‘bela
diri’ perdagangan untuk menghadapi serangan dalam bentuk apapun dan kemungkinan
yang akan datang.
6.Bersaing secara positif
Bagi masyarakat
Cina, pedagang dilarang mengganggu dan menjelek-jelekkan kegiatan perdagangan
orang lain. Persaingan dibenarkan menurut nilai moral dan pertimbangan
kemanusiaan. Pedagang yang tidak mematuhi etika ini akan terkena sangsi.
Perbuatan menjatuhkan perdagangan orang lain dianggap sebagai tindakan yang
menyalahi aturan. Sekali namanya sudah rusak, selamanya orang tidak akan
mempercayainya lagi.
7.Sabar
Orang Cina juga
dikenal dengan kesabarannya. Kesabaran itu memang pahit, tapi buahnya sangat
manis. Jika ketekunan digabungkan dengan tekad yang kuat dan diperkuat dengan
kesebaran niscaya akan menjadi aset yang cukup berharga bagi siapa saja yang
ingin melibatkan dirinya dalam perdagangan.
Dari 7 rahasia sukses orang Cina dalam berdagang ini dapat disimpulkan bahwa rahasia sukses itu sebenarnya
hampir sama saja. Sebagai contoh adalah kerja keras. Orang yang kerja keras
setidaknya memiliki peluang sukses yang jauh lebih besar dari orang pemalas.
Apakah Anda tertarik sukses berdagang seperti orang cina? Setiap yang sukses selalu ada rahasianya. Dan ternyata rahasia itu sudah ada formulanya. Ingin berbisnis tetapi selalu gagal? Coba pelajari Rahasia Bisnis Anti Gagal.
Apakah Anda tertarik sukses berdagang seperti orang cina? Setiap yang sukses selalu ada rahasianya. Dan ternyata rahasia itu sudah ada formulanya. Ingin berbisnis tetapi selalu gagal? Coba pelajari Rahasia Bisnis Anti Gagal.
Semua orang
berhak untuk sukses,tapi tak semua orang mampu berani gagal untuk menjemput
sukses itu !
Gagal pasti
menghampirimu,jangan takut apalagi lari !
Kuatkanlah
dirimu dan jangan loyo !
Hadapi,Resapi dan
Pelajari !
Buktikan !
-Bob Rizky-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar