Jokowi,panggilan
akrab Joko Widodo, telah lebih dulu berkecimpung di dunia wirausaha selama 25 tahun,usaha mebel adalah usaha yang ia tekuni.
"Tahun 1988,saya
mulai usaha (mebel) dari minus,"sebut Jokowi,begitu kerap ia disapa,
kepada para peserta seminar Pesta Wirausaha Tangan Di Atas 2012 di Jakarta,
Minggu ( 29/1/2012 ).
Mengapa minus? Ia
mengaku memulai usaha mebel dengan meminjam modal dari bank. Produksi pun hanya
dilakukan oleh empat orang tukang termasuk dirinya dengan bengkel kerja ukuran
8x4 meter yang statusnya sewa.
Tetapi,sasaran
pasarnya tidak sebatas Solo,tetapi sampai ke Jogjakarta dan Jakarta.Ia pun
mengungkapkan,keuntungan yang di dapat dari tiap barang lebih besar di pasar domestik ketimbang
pasar ekspor.Tetapi jumlah pesanannya sedikit,bahkan pernah tidak dibayar.
Inilah gambaran
sekilas mengenai usaha mebelnya.Ia mengaku jatuh bangun dalam mengembangkan
usaha ini.Tetapi,kata Jokowi,ketika ia jatuh ia harus bangkit lagi.Lalu,tidak
lantas ia mencari peruntungan di produk lainnya.
Ia
berusaha konsisten di usaha mebel. "Bahwa produk apapun harus ditekuni.Jangan
pindah-pindah usaha," tegas Jokowi.
Lalu,Jokowi
menyebutkan bahwa ketika ada kesempatan itu harus diambil.Tetapi, ia
mengingatkan,perlu juga diperhitungkan risikonya.Terkait ini, ia bercerita sepulangnya dari
pameran di Singapura, ia mendapat tantangan untuk mengekspor satu bulan
sebanyak 18 kontainer.Padahal saat itu, ia hanya mampu mengekspor satu
kontainer dalam 3 bulan.
Dikatakan Jokowi,saat
itu adalah detik-detik yang paling sulit dalam hidupnya. Dengan memperhitungkan
risikonya, ia pun mengambil tantangan itu. "Dari sini, kita bisa loncat ke
level yang lebih tinggi,"ucap dia sebagai alasannya mengapa dia mengambil
kesempatan meningkatkan volume ekspor.
Lebih lanjut, ia
menerangkan,bagaimana membangun merek itu penting sekali. Produk harus identik
dengan produsen dan identik dengan perusahaannya. "Sebagus apapun produk,
tapi kalau manajemen produknya tidak baik,ya tidak kelihatan (produknya oleh
pasar)," tegas Jokowi yang kini menjadi brand ambassador mobil
nasional Kiat Esemka yakni rakitan sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di
Solo.
Berdasarkan pengalamannya
menjalankan usaha selama 25 tahun,Jokowi memberikan beberapa tips bagi wirausaha muda yang ingin
berkecimpung di dunia bisnis.
Berikut adalah 4 tips wirausaha ala
Jokowi :
1.Inovasi dan Kreativitas
Menurut
Jokowi, pengusaha muda yang sukses harus memiliki daya inovasi dari setiap
produk yang ditawarkan kepada masyarakat. Sementara itu, kreativitas diperlukan
untuk agar dapat menjual produk yang berbeda dari produk lainnya. "Kita
bisa saja melihat barang-barang di sekitar kita. Kira-kira apa yang dibutuhkan,"
ujar Jokowi.
2.Berikan pelayanan yang prima kepada
konsumen
Jokowi
meminta para pengusaha muda untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi
pelanggannya. Jokowi mengatakan, dirinya selalu memberikan pelayanan terbaik
bagi konsumennya. Misalnya saja, untuk pelanggan yang membeli produknya dari
luar negeri, dirinya memberikan pelayanan jasa pengantaran barang hingga ke
bandara.
3.Konsisten
Setiap
pengusaha dituntut untuk memiliki fokus terhadap penjualan produknya.Para
pengusaha muda diminta untuk terus bertahan dan mempelajari kesalahan pada
usahanya serta tidak mudah berpindah ke usaha lain ketika tengah menghadapai
kesulitan atau kemerosotan penjualan.
4.Profesionalisme
Profesionalisme
diperlukan agar pelanggan percaya pada usaha yang dijalankan pengusaha.Sehingga
mereka nantinya akan datang sendiri mencari produk yang ditawarkan oleh para
pengusaha.
Selain itu pada kesempatan yang sama,Jokowi juga meminta
para pengusaha muda untuk tidak takut memulai usaha dengan modal yang terbatas.
Berani itu memang tak mudah dan mahal harganya,
Namun Pengecut selalu katakan “Aku Menyerah” dan selalu
berpikir murahan.
Actionlah di dunia Berani,Anda calon orang mahalan dan
hebat !
-Bob Rizky-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar